“Kak, aku lapar.”

“Ssssh…, sudah malam. Kau harus tidur.” Terdengar jelas keriut perutnya. Dia menyeringai malu.

“Dengar ya, Adik manis. Lebih baik tidur dengan perut lapar daripada kekenyangan. Sudahlah, besok pagi kita makan roti. Oke? Bagus!”

Sunyi sebentar lagi.

Ya. Aku menanti sunyi ini berakhir.

Lalu dentum-dentum mulai akrab di telinga.

“Kak… Kakak…, ayo kita berlindung. Kak…?”

Tubuh dinginnya telah kaku. Kuselubungkan jaket ke atas wajahnya.

Allah memberkatimu, Kak. Apa kira-kira ada makanan yang lebih enak dari roti, disana?

***

Hai. Aku Amir. Rumahku di Allepo. Selalu.

Rumahmu?

Hasna Wilda
Bdl, 140117

Advertisements