Rani menatap ke atas. Teringat masa kecil saat dia dan kedua abangnya memanjat pohon Matoa. Nenek selalu khawatir mereka akan jatuh dan terluka. Tapi Rani selalu bisa mencapai cabang tertinggi.

Senyum terkembang di wajahnya. Mengusir mendung yang sejak tadi membayangi. Tiba-tiba pintu terbuka. Menyadarkan Rani kembali dari lamunannya. Gita, istri dari kakaknya, Damar, memandang hati-hati ke arahnya. Sekarang dua wanita yang tidak saling menyukai itu bertemu. Tiada kata yang terucap.

Dari balik punggung Gita muncul seorang gadis kecil berumur dua tahun. Sangat cantik dan bersinar seperti bunga matahari. Rani pikir gadis itu mirip dengannya.

“Hai,” sapa Rani, “siapa namamu?”

Bersambung …

Hasna Wilda
Ktbm 030216

Advertisements