image

Aku pernah ikut lomba fotografi. Rally foto, pernah dengar? Peserta memburu objek foto dengan petunjuk dari buku saku yang dibagikan oleh panitia. Sambil mereka-reka objek, kami berjalan kaki menuju tempat-tempat yang dimaksud. Setelah sampai, kami harus mengambil foto terbaik agar dapat menang. Seru banget, menarik dan menantang. Keren.

Waktu itu aku menggunakan kamera DSLR yang masih pakai roll film. Temanku memotret hanya dengan smartphone. Tapi kualitas gambarnya memang bagus.

Saat pengumuman, ternyata yang menjadi juara satu adalah teman yang kuajak berpartisipasi secara iseng-iseng. Sedangkan aku yang begitu menggebu dan bersemangat ingin menang sama sekali tak masuk sepuluh besar.

Itu dia yang namanya rezeki. Rencana Allah. Sering pula yang kita kejar tidak tercapai, tapi saat kita lakukan dengan rasa senang tanpa pamrih justru hasilnya luar biasa. Mungkin ada hubungannya dengan adab. Adab yang bagus akan mendatangkan hal-hal baik, sedang adab atau mental yang buruk seperti obsesi berlebihan akan membuatnya menjauh.

Nah, untuk apa saya menulis ini? Tentu setiap tulisan mempunyai tujuan. Saya menulis ini karena saya sedang mencuci piring dan tiba-tiba teringat tentang tokoh utama dalam cerita bersambung Perempuan-Perempuan Desa yang juga seorang fotografer wanita. Akhirnya jadi teringat masa lalu. Namanya juga penulis. Apa aja pasti ditulis. Kalau dimasak namanya koki, dong. Hehehe, peace! ^^

Hasna Wilda
Ktbm, 140417

Advertisements